Thursday, 26 July 2012

USD melemah Jelang Data GDP AS

PDB AS, nilai semua barang dan jasa yang diproduksi, mungkin naik pada tingkat tahunan 1,4 persen setelah naik 1,9 persen pada kuartal sebelumnya, menurut perkiraan median ekonom yang disurvei Bloomberg News menjelang data hari ini.
Ketua Fed Ben S. Bernanke mengatakan pekan lalu bahwa para pembuat kebijakan "mencari cara untuk mengatasi kelemahan  perekonomian dengan tindakan yang lebih diperlukan untuk melakukan pemulihan di sektor tenaga kerja."Fed akan mengadakan pertemuan mengenai kebijakan tersebut selama dua hari mulai 31 Juli.
Bernanke dijadwalkan akan menyampaikan pidato dihadapan para gubernur 
bank sentral pada 31 Agustus pada konferensi tahunan di Jackson Hole, Wyoming. Selama acara ini, ia meramalkan putaran kedua pembelian aset yang  dijuluki QE2 oleh para trader.

Ikrar Draghi


Janji Kepala ECB mendorong spekulasi pembuat kebijakan mungkin sedang mempersiapkan untuk mengungkap langkah baru untuk melawan krisis utang di kawasan itu karena dana talangan untuk Spanyol dan Italia mengancam  dana penyelamatan Eropa. Anggota dewan ECB Ewald Nowotny  mengatakan pekan ini akan ada argumen yang mendukung pemberian dana penyelamatan, yang akan menyediakan dana  yang lebih besar.
Draghi berbicara kemarin di Konferensi Global Investment di London, mengatakan lonjakan biaya obligasi Spanyol yang sudah diatas tujuh persen bisa jatuh dalam yurisdiksi ECB. Hasil Spanyol telah melebihi level 7 persen dapat mendorong dana talangan untuk Yunani, Portugal dan Irlandia.
Mata uang secara umum telah menurun 4,5 persen dalam tiga bulan terakhir, menurut Bloomberg Indeks, ini merupakan kinerja terburuk di antara 10 mata uang yang diindeks. Yen telah menguat 6,9 persen dan dolar menguat 4 persen pada periode yang sama. Yen melemah terhadap sebagian besar mata uang utama dunia setelah data pemerintah menunjukkan harga konsumen di Jepang menurun, hal ini membuktikan bahwa Jepang sedang berjuang untuk mengalahkan deflasi.

No comments:

Post a Comment